Twitter Tanggapi Konten Berita Palsu

Penulis: Elfa | Editor: Eka Azwin Lubis

Twitter Tanggapi Konten Berita Palsu

Twitter (Ubergizmo)

Sabtu, 10 Februari 2018 | 10:58

Analisadaily - Jangkauan dan pengaruh media sosial akhir-akhir ini menjadikannya sebagai platform yang digunakan untuk membuat propaganda dan berita palsu. Lalu siapa yang harus bertanggung jawab?

Twitter menjadi salah satu media sosial yang digunakan untuk menyebarkan berita palsu. Penyebaran berita palsu yang semakin meluas membuat Twitter dituduh sebagai perusahaan yang tidak bisa mengatasi masalah tersebut.

Tak mau kehilangan pengguna, Twitter pun memberikan tanggapan terkait tudingan miring tersebut sekaligus menegaskan posisi perusahaannya dalam dinamika informasi.

Menurut Kepala Kebijakan Publik Twitter, Nick Pickles, pihaknya tidak ingin menjadi hakim atas apa yang benar atau salah.

"Kami bukan arbiters of truth. Kami tidak akan menghapus konten berdasarkan fakta. Salah satu kekuatan yang dimiliki Twitter adalah menjadi sarang wartawan, warga, aktivis yang mengoreksi catatan, atau mengoreksi informasi," kata Nick, dilansir dari Ubergizmo, Sabtu (10/2).

Nick menjelaskan, Twitter hanya akan memberi peringatan jika pengguna melanggar peraturan. Misalnya menulis kata kotor atau menimbulkan kata yang berisi ujaran kebencian.

"Saya tidak berpikir perusahaan teknologi harus memutuskan apa yang benar dan yang tidak benar. Saya pikir itu adalah prinsip yang sangat penting," tegasnya.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar