Twitter Berjanji Buat Kebijakan Perangi Deepfake

Penulis: Christison Sondang Pane

Twitter Berjanji Buat Kebijakan Perangi Deepfake

Ilustrasi (Engadgets)

Selasa, 22 Oktober 2019 | 20:20

Analisadaily - Twitter berjanji untuk memperkenalkan kebijakan baru untuk memerangi deepfake, terutama ketika hal tersebut bisa mengancam keselamatan fisik seseorang atau menyebabkan kerusakan di dunia nyata.

Perusahaan telah mengumumkan, mereka sedang mengerjakan aturan yang dibuat untuk mengatasi apa yang disebutnya sebagai 'media sintetis dan manipulasi' yang di-posting di situs webnya. Namun demikian, perusahaan terlebih dahulu mendengar komentar-komentar dari para pengguna Twitter.

Deepfake itu sendiri penggabungan antara deep learning dan fake (palsu), yang merupakan bentuk dari kecerdasan buatan. Sederhananya, deepfake adalah video palsu yang dibuat dengan deep learning.

Dilansir dari Engadget, Selasa (22/10), foto, video, dan audio yang telah diubah secara signifikan untuk membuat peristiwa yang tidak pernah terjadi.

Perusahaan mengatakan sedang mengambil langkah ini, karena perlu mempertimbangkan potensi kerusakan yang disebabkan oleh deepfake yang dibagikan di Twitter.

Semakin banyak perusahaan teknologi dan jejaring sosial bersikap menentang dan menemukan cara untuk memerangi deepfake, yang bisa digunakan sebagai alat untuk kampanye disinformasi dan membuat konten yang dapat membahayakan kehidupan masyarakat.

Amazon baru-baru ini bergabung dengan Facebook Deepfake Detection Challenge yang bertujuan untuk menciptakan alat sumber terbuka yang dapat digunakan organisasi dan pemerintah untuk menemukan foto atau video yang diubah.

Microsoft juga merupakan bagian dari inisiatif tersebut, bersama dengan MIT dan University of Oxford, antara lain. Twitter sendiri melarang porno deepfake pada tahun 2018.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar