Tren Seputar Ramadan dan Kebiasaan Konsumen Indonesia di Google

Tren Seputar Ramadan dan Kebiasaan Konsumen Indonesia di Google

(Istimewa)

(rel/rzd)

Sabtu, 25 Mei 2019 | 13:40

Analisadaily - Google baru saja merilis insight dan tren terbaru mengenai kebiasaan konsumen Indonesia selama bulan Ramadan, dengan data penelusuran seputar pakaian, perjalanan, makanan, dan kecantikan naik sampai 40% dibandingkan bulan-bulan biasa.

Detail adalah, untuk pakaian (+40%), perjalanan (+40%), makanan (+30%), dan kecantikan (+20%). Penelusuran untuk doa, ceramah, dan zakat juga naik signifikan selama bulan puasa, seperti yang terlihat pada peningkatan tajam untuk volume penelusuran tahun 2018 dibandingkan bulan-bulan biasa, doa (+2x), ceramah (+2x), dan zakat (+16x).

“Ramadan adalah bulan spiritual. Dan pada bulan ini juga konsumen biasanya menghabiskan lebih banyak waktu di internet dibandingkan bulan-bulan biasa,” kata Insights Specialist di Google Indonesia, Ariani Dwijayanti, Sabtu (25/5).

“Waktu tonton untuk 100 channel teratas di YouTube juga naik 40% selama Ramadan tahun lalu, sementara volume penelusuran tahun lalu seputar makanan dan minuman (F&B), pakaian, perjalanan, dan kecantikan naik hingga 40% dibandingkan bukan bulan Ramadan,” tambahnya.

Mode dan kecantikan, pada khususnya, termasuk dalam kategori utama dan menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia ingin tetap tampil maksimal selama bulan Ramadan, dengan data penelusuran untuk gaya rambut naik 2-3 kali lipat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Terlebih lagi, data di Google Trends juga menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia menginginkan produk-produk kecantikan yang halal, termasuk kuteks halal, kosmetik halal, dan lip tint halal.

Kebutuhan untuk terlihat sempurna juga tampak dari jenis video yang ditonton di YouTube, terutama video bertema keagamaan (lagu-lagu keagamaan, pembacaan ayat suci Alquran, dan ceramah agama Islam), video yang berhubungan dengan makanan (tutorial memasak, tutorial membuat kue, dan vlog makanan), serta channel kecantikan (tutorial hijab, make-up yang tahan lama, dan tips-tips make-up untuk pemula).

Marketing Director Paragon Technology and Innovation, Putri Diah Paramita mengatakan, pihaknya sangat senang bisa berkolaborasi dengan Google pada bulan Ramadan kali ini. Pihaknya berdiskusi tentang banyak hal dan menemukan berbagai insight menarik yang diimplementasikan untuk semakin memfokuskan kampanye Ramadan Wardah tahun ini.

“Pada tahun ini, filosofi Wardah Cantik Dari Hati, yang merupakan payung dari kampanye Ramadan yang kami lakukan setiap tahun, diturunkan menjadi tema #SelaluBersyukur. Melalui tema ini, Wardah ingin mengajak masyarakat untuk menjaga kecantikan hati melalui rasa syukur,” ujarnya.

Saat masyarakat Indonesia menghabiskan lebih banyak waktu di internet, baik untuk mencari hiburan maupun hal-hal baru selama Ramadan, berikut saran dari Google untuk para pemasar:

* Perkuatlah kehadiran media digital Anda dan sapalah mereka di tempat yang paling sering mereka gunakan: di perangkat seluler

* Buatlah video menarik yang memanfaatkan kebutuhan mereka terhadap konten-konten yang berguna

* Gunakanlah momen ini untuk bereksperimen dan tarik minat pelanggan dengan ide-ide baru

Ramadan jelas merupakan masa di mana konsumen ingin memberikan yang terbaik dari diri mereka saat menghabiskan momen-momen berharga bersama teman dan keluarga. Namun, selama bulan ini, mereka juga tak lupa merencanakan perjalanan.

Lima destinasi utama dalam negeri yang ditelusuri selama Ramadan 2018 adalah: Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, dan Malang. Sementara itu, penelusuran destinasi luar negeri yang paling sering adalah Tokyo, Osaka, Kyoto, Kuala Lumpur, Bangkok, Paris, London, Amsterdam, Melbourne, dan Sydney.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar