Selandia Baru Tolak Penggunaan Peralatan 5G Huawei

Penulis: Reza Perdana

Selandia Baru Tolak Penggunaan Peralatan 5G Huawei

(GSM Arena)

Kamis, 29 November 2018 | 18:31

Analisadaily - Tiga bulan setelah dilarang mengembangkan jaringan 5G di Australia, Huawei menerima pukulan baru. Kali ini dari Selandia Baru. Badan intelijen negara Pasifik itu menolak Spark menggunakan peralatan 5G yang sudah ditetapkan, dengan alasan kekhawatiran tentang keamanan nasional.

Dilansir dari GSM Arena, Kamis (29/11), Spark adalah salah satu operator utama di Selandia Baru, dan yang pertama mengajukan permintaan untuk mulai menggunakan konektivitas next-gen.

General Andrew Hampton, Direktur Biro Keamanan Komunikasi Pemerintah, mengatakan, risiko keamanan jaringan yang signifikan telah diidentifikasi.

Huawei menjawab dengan jurubicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang, yang menyatakan keprihatinan serius dan menggarisbawahi, lebih dari 20 kontrak 5G di seluruh dunia sudah ditandatangani dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Huawei telah mengembangkan jaringan komunikasi Selandia Baru sejak implementasi 4G, investasi NZD400 juta, atau lebih dari $ 270 juta. Menteri layanan intelijen Andrew Little mengatakan: "Perbedaan antara jaringan 5G dan jaringan 4G dan 3G konvensional adalah konfigurasinya."

Dengan teknologi baru ini, setiap komponen dari jaringan baru dapat diakses. Spark rival 2degrees menyatakan bahwa jika ada dampak yang sama, itu akan menjadi kekecewaan nyata untuk kompetisi, sementara Vodafone Selandia Baru menolak berkomentar tentang masalah ini.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar