Samsung Tutup Pabrik Smartphone di China

Penulis: Reza Perdana

Samsung Tutup Pabrik Smartphone di China

(GSM Arena)

Senin, 7 Oktober 2019 | 12:55

Analisadaily - Samsung telah menutup pabrik terakhirnya di China. Produksi di fasilitas Huizhou telah dipangkas beberapa bulan yang lalu, dan kini Reuters melaporkan pabrik tersebut telah ditutup sepenuhnya.

Pada 2017 pabrik Huizhou membuat 64 juta ponsel, sebagian besar dari output global Samsung sebesar 394 juta. Pada tahun 2011, pabrik ini membuat 70 juta telepon, sementara yang di Tianjin menghasilkan 56 juta (fasilitas Tianjin ditutup akhir tahun lalu).

Dilansir dari GSM Arena, Senin (7/10), ini tidak berarti bahwa Samsung akan keluar dari China, dan itu akan terus menjual ponsel di sana. Namun, persaingan yang ketat dari merek lokal tidak lagi ekonomis untuk membuat teleponnya di sana.

Pangsa pasarnya telah menyusut menjadi 1% karena konsumen China beralih ke merek lokal untuk perangkat yang terjangkau, Huawei dan Apple untuk model premium, menurut Park Sung-soon, seorang analis di Cape Investment & Securities.

Peralatan produksi dari pabrik akan dipindahkan ke fasilitas lain di seluruh dunia. Perusahaan telah memperluas kapasitas produksinya di negara-negara seperti India dan Vietnam, karena biaya produksi yang lebih rendah di sana.

Penjualan Samsung di China dapat terdiri dari perangkat ODM di masa mendatang, Galaxy A6 adalah ponsel ODM pertama, diikuti oleh Galaxy A10. ODM berarti telepon dibuat oleh pabrik non-Samsung dengan lisensi. A10, misalnya, dibuat oleh Teknologi Elektron Jianxing Yongrui.

Sebelumnya, Samsung mengumumkan rencana untuk mengirimkan 40 juta ponsel ODM. Bukan hanya Samsung, Sony juga menutup pabrik smartphone di Beijing awal tahun ini.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar