Prancis Setujui RUU Penghentian Pidato Kebencian Online

Penulis: Reza Perdana

Prancis Setujui RUU Penghentian Pidato Kebencian Online

(GSM Arena)

Jumat, 5 Juli 2019 | 21:50

Analisadaily - Parlemen Perancis menyetujui langkah yang bertujuan untuk membuat perusahaan seperti Facebook dan Google menghapus konten yang penuh kebencian pada waktu yang tepat.

Hal tersebut merupakan bagian dari Rancangan Undang-Undang (RUU) regulasi internet yang lebih besar diadopsi oleh majelis rendah Parlemen, tetapi masih harus melalui majelis tinggi.

Setelah selesai, seperti dilansir dari GSM Arena, Jumat (5/7), itu akan mendorong perusahaan untuk menghapus pidato kebencian dalam waktu 24 jam.

Langkah ini merupakan hasil dari proposisi yang dibuat oleh presiden Prancis awal tahun ini, meskipun anggota parlemen di negara Eropa dibagi apa yang harus memenuhi syarat sebagai pidato kebencian dan bagaimana mereka mengaturnya dalam RUU.

Gagasan dasarnya adalah menghapus konten yang menghasut atau mendorong kekerasan, diskriminasi, dan pornografi anak yang penuh kebencian. Jika platform tidak menghapus konten dalam batas waktu, mereka dapat menghadapi denda hingga 1,25 juta Euro.

Undang-undang serupa sudah disahkan di negara tetangga Jerman, yang berlaku sejak awal tahun ini. Perusahaan di sana dapat menghadapi biaya hingga 50 juta Euro.

The New York Times melaporkan awal pekan ini bahwa pihak berwenang Jerman benar-benar berhasil mendenda Facebook 2 juta Euro setelah Mark Zuckerberg dan kawan-kawan gagal mengungkapkan jumlah lengkap postingan kebencian yang dilaporkan.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar