Lumpur Geothermal Jadi Sabun Mandi Karya Mahasiswa UGM

Penulis: Triansari Prahara

Lumpur Geothermal Jadi Sabun Mandi Karya Mahasiswa UGM

(dtc)
 

Senin, 8 Juni 2015 | 14:37

detikNews - Yogyakarta, Lumpur geothermal banyak mengandung mineral yang bermanfaat bagi kulit. Empat mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil memanfaatkan limbah lumpur geothermal menjadi sabun yang diberi nama Santher (Sabun Geothermal).

Keempat mahasiswa itu adalah Radinda Blan Zaqina, Salma Inayatun Farida, Fariz Azwar Azri, dan Rakan Romi Arsalam. Mereka berasal dari jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM).

Mereka memanfaatkan lumpur geothermal dari kawah Sikidang, kawasan Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Limbah lumpur tersebut telah dihilangkan kandungan ion logam yang tidak diinginkan.
 
Limbah lumpur geothermal ini memiliki kandungan mineral yang bermanfaat bagi kulit, yaitu silika 26,0449 ppm dan sulfur 9,9979 ppm. Silika bermanfaat membuat kulit lembut sedangkan sulfur mengandung antibakterial serta anti jamur sehingga bisa digunakan untuk mengobati penyakit kulit seperti bekas luka, jerawat dan ketombe.

"Kita membuat produk Santher ini juga sebagai produk khas kawasan wisata Dieng dengan memanfaatkan potensi yang ada di sana," ungkap Radinda, kepada wartawan di Kampus UGM, di Bulaksumur, Yogyakarta, Senin (8/6/2015).

Proses pembuatan Santher ini kata Radinda, melalui proses sederhana dan teknologi tepat guna sehingga warga masyarakat sekitar bisa membuatnya. Lumpur dari geothermal dicampur dengan senyawa NaOh, VCO, dan aroma kemudian diaduk dan proses diperam selama 2 minggu. Sabun ini punya tingkat kadar air dan kadar asam lemak bebas sesuai dengan baku mutu sabun mandi di Indonesia.

"Sabun ini cukup aman karena telah melalui sejumlah pengujian, seperti EDX dan uji stabilitas," katanya.

Rakan Romi Arsalan menambahkan kendala yang pernah dihadapi dalam proses pembuatan sabun adalah komposisi dasar membuat sabun yang tepat. Serbuk lumpur yang berkhasiat bisa tersebar merata dalam sabun. Selain itu sifat aroma wangi sabun juga tidak hilang, namun tidak berbau belerang atau sulfur yang menyengat.

"Selama enam bulan, kita baru bisa memperoleh komposisi yang tepat, sabun dengan tekstur halus dan busa lembut. Kita berhasil membuat dengan aroma, cendana, kopi dan greentea," katanya. (bgs)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar