Ingin Sepenuhnya Mandiri, Huawei Lakukan Restrukturisasi

Penulis: Christison Sondang Pane

Ingin Sepenuhnya Mandiri, Huawei Lakukan Restrukturisasi

Huawei (Phone Arena)

Selasa, 13 Agustus 2019 | 12:39

Analisadaily - Pendiri dan CEO Huawei, Ren Zhengfei, sibuk mengerjakan restrukturisasi yang akan selesai dalam tiga hingga lima tahun mendatang, dan pada akhir periode itu, ia ingin Huawei sepenuhnya mandiri.

Setelah Huawei ditempatkan dalam Daftar Entitas Departemen Perdagangan AS pada 16 Mei, perusahaan-perusahaan AS seperti Google, Qualcomm, Micron, dan Intel berhenti berbisnis dengan Huawei.

Bahkan pemasok di negara lain, seperti ARM Holding UK, memutuskan hubungan dengan perusahaan karena menggunakan teknologi Amerika.

Huawei pun kehilangan akses ke Android Google versi layanan Play, chip memori Micron, desain chip ARM Holding dan banyak lagi. Perusahaan ini memperkenalkan HarmonyOS sendiri, yang akan digunakan sebagai pengganti Android jika perlu, dan unit Hi-Silicon mendesain chipset dan chip modem sendiri yang keduanya diproduksi oleh TSMC.

Namun, Hi-Silicon memang menggunakan perangkat lunak bersumber AS untuk merancang komponen-komponen ini dan bekerja pada desain chip ARM. Sehingga Huawei mungkin harus berjuang setelah persediaan bagian-bagian ini habis.

Meski demikian, perusahaan ini telah mampu memproduksi chipset Kirin 990, yang diharapkan akan memberi daya pada Huawei Mate 30 Pro ketika dirilis akhir tahun ini.

Bloomberg mencatat, beberapa pihak merasa AS berusaha untuk menekan Huawei karena keunggulannya dalam 5G. Generasi konektivitas nirkabel berikutnya akan mengarah pada penciptaan bisnis baru dan memicu ekonomi negara yang memanfaatkan kecepatan 5G.

Dengan AS melarang penggunaan peralatan jaringan 5G Huawei, Ren Zhengfei mengatakan, AS tidak menggunakan teknologi 5G paling canggih. Itu mungkin meninggalkannya tertinggal di sektor intelijen buatan.

"Kami harus menyelesaikan perombakan dalam kondisi yang keras dan sulit, menciptakan pasukan besi yang tak terkalahkan yang dapat membantu kami mencapai kemenangan. Kami benar-benar harus menyelesaikan pengorganisasian ulang ini dalam tiga hingga lima tahun,” kata Ren Zhengfei dilansir dari Phone Arena, Selasa (13/8).

Selama kuartal kedua, perusahaan itu mengirim 59 juta telepon tambahan yang membawa jumlah semester pertama menjadi 118 juta handset. Itu adalah kenaikan 24 persen dari paruh pertama tahun 2018.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar