Gojek Siagakan Ambulans 24 Jam Bagi Mitra dan Pengguna di Medan

Gojek Siagakan Ambulans 24 Jam Bagi Mitra dan Pengguna di Medan

Ambulans.

(rel/rzd)

Kamis, 25 April 2019 | 15:32

Analisadaily (Medan) - Sebagai aplikasi super-app (aplikasi pintar) asli Indonesia, Gojek terus berkomitmen untuk memberikan dampak sosial seluas-luasnya bagi masyarakat, salah satunya menghadirkan operasional ambulans untuk membantu Komunitas Unit Reaksi Cepat (URC) menangani luka ringan dan luka sedang di tempat kejadian kecelakaan.

“Tidak hanya aktif saat keadaan darurat, ambulans ini juga senantiasa mengunjungi basecamp-basecamp mitra kita untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, agar mereka bisa optimal dalam mencari nafkah untuk keluarga,” kata Head of Regional Corporate Affairs Sumatera Gojek, Teuku Parvinanda Handriawan di Medan, Kamis (25/4).

Dijelaskannya, ambulans dilengkapi dengan alat penunjang P3K dan didukung oleh tenaga medis yang siap melayani 24 jam, sebagai upaya untuk memaksimalkan pertolongan pertama saat keadaan darurat di jalan raya.

Unit ambulans dioperasikan tim medis dan pengemudi ambulans tersertifikasi, sehingga siap memberikan pengobatan dan mengantarkan korban ke rumah sakit saat terjadi kecelakaan lalu lintas atau kondisi darurat lainnya.

Selain di Medan, inisiatif serupa juga telah terlebih dahulu diluncurkan di Kota Bandung dan Surabaya, dan secara bertahap akan dilakukan di kota-kota lainnya di Indonesia. Inisiatif ini wujud nyata dalam memberikan layanan transportasi yang aman dan nyaman.

“Ke depan kami akan melanjutkan program serupa, sehingga para mitra dapat bekerja dengan tenang, sekaligus terus menjadikan layanan kami sebagai pilihan utama masyarakat,” ujarnya.

Pelatihan P3K

Pelatihan P3K.

Pelatihan P3K.

Teuku mengungkapkan, selain menghadirkan ambulans, pihaknya juga berupaya meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas. Data Korlantas Polri menyebutkan, jumlah korban kecelakaan lalu lintas cukup tinggi dibandingkan negara-negara tetangga, sekitar 28 hingga 30 ribu per tahun.

“Hal ini patut menjadi perhatian kita sebagai penyedia layanan ride-hailing pertama dan terbesar di Indonesia. Menggandeng berbagai institusi, kita semakin memberdayakan mitra pengemudi melalui pelatihan P3K,” ungkapnya.

Pelatihan P3K di Medan terbagi menjadi dua bagian dan diadakan melalui wadah Bengkel Belajar Mitra (BBM) yang bertujuan untuk menaikkelaskan para mitra. Pertama, pelatihan P3K tingkat dasar yang dilatih oleh Basarnas Medan. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada bulan Maret lalu. Kedua, adalah pelatihan P3K bersertifikat dan menyasar mitra driver yang tertarik menjadi bagian dari Komunitas URC.

Pelatih P3K Dasar Basarnas Kota Medan, Zico Purba menuturkan, ini kali pertama mereka berkolaborasi dengan layanan ride-hailing untuk mitigasi risiko kecelakaan lalu lintas. Kegiatan pembekalan ilmu dasar P3K untuk mitra driver ini menurutnya menarik, karena teman-teman mitra driver yang sering menghabiskan waktunya di jalan memahami sisi praktis P3K.

“Harapan kami, semakin banyak mitra driver Gojek yang teredukasi sehingga dapat mengetahui kondisi darurat atau tidak darurat bila terjadi kecelakaan,” sebutnya.

Sementara, untuk mitra driver yang sudah tergabung dalam Komunitas URC, diberikan pelatihan bersertifikat yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI). Pelatihan serupa, telah diadakan pula di Surabaya dan Bandung oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan direncanakan untuk diselenggarakan di beberapa kota lainnya.

“Keterampilan penolong tidak boleh disepelekan, harapan kami dengan materi yang komprehensif, mitra driver sigap memberikan respon yang tepat untuk kondisi darurat di jalan raya,” tandas Pelatih P3K Palang Merah Indonesia, Deby Marvira Handika Utama.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar