Belanja Online Semakin Digemari Orang Indonesia

Penulis: Christison Sondang Pane

Belanja Online Semakin Digemari Orang Indonesia

Ilustrasi (Istimewa)

Kamis, 31 Oktober 2019 | 08:20

Analisadaily - Penetrasi orang mengakses internet di Indonesia saat ini semakin besar dengan kehadiran smartphone. Menggunakan ponsel cerdas, setiap orang jadi dimudahkan untuk mengakses internet kapan pun dan di mana saja.

Karena kemudahannya tersebut, hampir setiap orang di Indonesia pun telah memiliki smartphone sehingga turut meningkatkan pengguna internet di Indonesia.

Berdasarkan hasil studi Polling Indonesia yang bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), dari total populasi sebanyak 264 juta jiwa penduduk Indonesia, ada sebanyak 171.17 juta jiwa atau sekitar 64.8 persen yang sudah terhubung ke internet.

Pesatnya penetrasi pengguna internet di Indonesia ini jelas turut meningkatkan berbagai aktivitas di dunia maya, termasuk belanja online. Belanja online di masa sekarang menjadi sangat marak dan jamak di kalangan masyarakat modern.

Mulai dari kalangan remaja hingga tua sudah punya smartphone dan sangat mengerti tentang belanja online. Bagi sebagian orang, belanja online merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi untuk kehidupannya sebagai konsumen.

Belanja online saat ini bisa dilakukan melalui website atau situs belanja online, sosial media, serta aplikasi belanja online. Aktivitas belanja online tumbuh dan semakin berkembang menjadi kebiasaan di kalangan masyarakat yang modern.

Masifnya perkembangan belanja online juga menyebabkan perubahan gaya hidup konsumen. Pada awalnya, berbelanja hanya merupakan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan pokok saja. Di masa sekarang, konsumen berbelanja lewat online karena tergiur dan ingin mencoba sesuatu yang baru.

Kehadiran belanja online dan internet merefleksikan sebuah zaman modernisasi global. Kini semua transaksi bersifat maya, alias semua produk, penjual, transaksi pembayaran dilakukan secara virtual.

Keuntungannya, kita juga dapat berbelanja di rumah tanpa harus keluar bermacet-macetan, menghadapi udara yang panas dan tentunya menghindari antrian yang panjang.

Sistem belanja online dilakukan serba elektronik, yakni ketika penjual akan mengirimkan nomor rekening toko online mereka agar konsumen mentransfer total belanja beserta ongkos kirimnya.

Di tahun 2019, menurut McKinsey, pertumbuhan tren belanja online di Indonesia dianggap semakin menjanjikan. McKinsey juga memprediksi penetrasi belanja online masyarakat Indonesia juga akan meningkat menjadi 83 persen dari total pengguna internet yang sekarang sudah lebih dari 100 juta orang.

Berikut ini ada beberapa tren berbelanja online yang diprediksi akan semakin menunjang perkembangannya dalam beberapa tahun ke depan:

1. Belanja Online Melalui Perangkat Mobile akan Semakin Meningkat

Indonesia merupakan negara mobile-first, yakni dimana lebih dari 94% masyarakat yang terkoneksi, mengakses internet melalui perangkat smartphone (data Google & Temasek). Rata-rata masyarakat Indonesia bisa menghabiskan 4 jam untuk mengakses internet melalui perangkat mobile.

Bahkan, 68% dari masyarakat yang terkoneksi tersebut merupakan online shopper, yang menggunakan perangkat mobile/smartphone untuk mencari produk yang diinginkan.

Hal ini membuktikan masyarakat Indonesia semakin tergantung dengan perangkat mobile-nya tidak hanya dalam bersosial media tetapi juga melakukan transaksi online.

2. Fungsi Sosial Media Sebagai Commerce akan Terus Menurun

Media sosial seperti Instagram dan Facebook turut menjadi lapak para pelaku UMKM mempromosikan serta menjajakan jualannya kepada pengguna sosial media. Fungsi sosial media sebagai commerce ini masih akan tetap bermunculan, namun dalam porsi yang lebih sedikit.

Perlahan tapi pasti, pelaku UMKM yang berjualan di platform sosial media mulai merambah dan masuk ke dalam platform e-commerce.

3. Logistik akan Memegang Peranan Penting

Industri logistik di Indonesia mengalami perbaikan performa dari tahun ke tahun. Berdasarkan indeks performa industri logistik dari World Bank pada tahun 2018 lalu, Indonesia meloncat 17 peringkat ke peringkat 46 di 2018.

Sebelumnya pada tahun 2016, Indonesia hanya menduduki peringkat 63 dari 160 negara. Perbaikan performa ini juga tidak lepas dari pola perilaku belanja online masyarakat Indonesia yang menginginkan pengiriman cepat dan aman.

Di tahun 2019 ini, pelaku industri logistik akan terus berbenah memberikan pelayanan yang prima dengan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk menjawab kebutuhan logistik masyarakat Indonesia.

Bahkan, McKinsey memprediksi akan ada lebih dari 1,6 miliar paket yang dikirimkan setiap tahun dari sektor e-commerce pada tahun 2022.

4. Tren Berbelanja Online akan Merambah Kota-Kota di Luar Pulau Jawa

Dalam beberapa tahun ke belakang, perdagangan digital masih terkonsentrasi di kota-kota besar di Pulau Jawa. Pada tahun 2019, terlihat  para pelaku e-commerce mulai banyak  merambah kota-kota di luar Pulau Jawa.

Hal ini berdasarkan riset yang dikeluarkan Nielsen pada Bulan Desember 2018, terjadi peningkatan transaksi belanja online sebesar 6% di luar Pulau Jawa dibanding tahun sebelumnya, saat pesta belanja online berlangsung.

Peluang ini juga dimanfaatkan oleh pelaku e-commerce bersama pemerintah untuk membina lebih banyak lagi pelaku UMKM di luar Pulau Jawa untuk merambah bisnis perdagangan online. Tren berbelanja online pun akan semakin merambah kota-kota besar di luar Pulau Jawa.

5. Metode Pembayaran Alternatif Semakin Diminati

Pertumbuhan pembayaran digital atau e-wallet terus menunjukan hasil yang positif sejak tahun lalu, hal ini menjadikan sektor ini menjadi industri yang cukup menjanjikan di Indonesia.

Hal ini juga membuat akan banyak bermunculan perusahaan-perusahan rintisan yang bergerak di bidang digital payment atau financial technology (fintech) di 2019, terutama metode pembayaran yang mendukung belanja online di situs e-commerce.

Namun, melihat tipikal masyarakat Indonesia yang menginginkan kemudahan dan keamanan dalam bertransaksi, metode pembayaran yang bersifat alternatif akan lebih banyak digemari, karena dapat digunakan oleh beragam sumber dana, perangkat mobile merek apa pun, serta di merchant apa saja.

6. Metode Cashback dan Potongan Harga Semakin Disukai

Potongan harga serta cashback masih menjadi alat promosi yang disukai masyarakat Indonesia ketika berbelanja online. Pada tahun 2019, diprediksi akan banyak platform e-commerce yang menawarkan cashback dan potongan harga menarik kepada penggunanya.

Cashback yang ditawarkan tersebut nantinya akan masuk ke e-wallet yang tentunya telah bekerjasama dengan platform e-commerce tersebut.

Selain tren yang diprediksi McKinsey tersebut, ada juga berbagai keuntungan yang dapat diperoleh ketika berbelanja online:

1. Kenyamanan

Yap, belanja online memang menawarkan keunggulan yaitu kenyamanan. Bayangkan saja, dengan berbelanja online, kamu tidak perlu berpakaian rapi untuk pergi ke toko favorit atupun mall.

Kamu juga dapat dengan mudah mengakses situs online shop kapan pun sesuai keinginan. Bahkan, dengan berbelanja online, dapat  memberikan kamu kemudahan berbelanja selama 24 jam.

Selain itu, kamu tidak perlu antre ketika berbelanja online dan membeli barang yang dibutuhkan. Dengan belanja online, kamu bisa bertransaksi kapan pun dan di manapun. Intinya, asal koneksi internet lancar dan ada dananya, ya aktivitas belanja online dapat jalan terus!

2. Privasi 

Keunggulan lainnya dari berbelanja online adalah menawarkan privasi yang lebih baik ketika membeli sesuatu barang. Berbeda dengan belanja di toko, dengan belanja online, kamu tak perlu malu membeli barang yang sebelumnya risih untuk dibeli karena bersifat pribadi.

Ketika berbelanja online, privasi belanja kamu akan sangat terjaga. Mulai dari pemilihan barang, transaksi dan pengiriman. Tenang, saat pengiriman, barangpun dibungkus rapi dan rapat, sehingga kamu tak perlu malu saat orang di rumah menerima barang pesanan.

3. Punya Banyak Variasi

Melalui belanja online, kamu dapat menemukan berbagai macam produk yang dapat dikategorikan berdasarkan merk, harga, terbaru, terfavorit dan sebagainya. Hal ini tentu sangat bermanfaat buat kamu yang tinggal di kota kecil sehingga produksi dan koleksi barang yang dijual di toko atau mall akan sangat terbatas.

4. Hemat Waktu, Tenaga, dan Uang

Dengan berbelanja online, kamu bisa mendapatkan 3 keutungan sekaligus, yaitu menghemat waktu, tenaga, maupun uang. Kamu tidak perlu mengelilingi setiap toko untuk menemukan barang yang dibutuhkan. Sebab, saat berbelanja online sudah tersedia berbagai macam produk yang dapat dibeli dalam satu waktu.

Selain itu, berbelanja online jelas lebih hemat waktu, karena kamu tidak perlu keluar rumah. Kamu bisa berbelanja online di rumah maupun kantor melalui smartphone. Dengan berbelanja online, kamu bisa lebih irit BBM dan tak perlu harus tergiur mampir makan di food court seperti ketika belanja di toko maupun mall.

Kamu juga dapat menghindari untuk menghabiskan waktu jalan-jalan di mall sekedar window shopping dan akhirnya harus membeli barang yang tidak dibutuhkan, hanya karena tergiur display barang yang dipajang di butik/toko di dalam mall. Kamu pun bisa punya banyak waktu menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah.

5. Punya Stok Barang Lebih Banyak

Berbeda dengan toko/mall di dekat rumah kamu yang produksi barangnya terbatas. Karena itu, terkadang kamu harus rela hunting barang dari toko ke toko untuk mendapat barang yang dicari.

Rugi waktu dan tenaga, tapi barang yang kamu cari belum tentu ada. Dengan belanja online, kamu tinggal memilih dan mencari barang di toko online di Indonesia/dunia, tanpa khawatir stok habis serta kehilangan waktu dan tenaga.

6. Bisa Membandingkan Harga Terbaik

Harga barang yang ditawarkan ketika berbelanja online tergolong cukup murah dibandingkan dengan harga yang diperoleh dari toko fisiknya. Hal ini disebabkan produk yang didatangkan langsung dari pabrik atau penjual tanpa ada perantara.

Selain itu, kamu juga dapat membandingkan harga produk dari setiap toko online untuk mendapatkan penawaran atau diskon terbaik.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar